a. Tahap Kelayakan Usaha

Dalam tahap ini studi kelayakan disusun oleh konsultan berdasarkan masukan dari peserta jaringan kerja. Laporan kelayakan berisi antara lain tujuan Usaha, kegiatan yang akan dilakukan, Kontribusi masing – masing peserta, Analisis Pasar, Analisis Keuangan, Analisis Produksi dan berbagai analisis lainnya yang dibutuhkan didalam studi kelayakan usaha.

 

b. Tahap Rencana Usaha

Dalam tahap rencana usaha ini masih dibantu oleh konsultan lapangan, dan pada tahap ini Jaringan Usaha Koperasi membuat Rencana Usaha yang didalamnya berisi antara lain : Kegiatan Usaha yang terinci, Proyeksi Keuangan, Rencana Produksi, Rencana Pemasaran, dan struktur Organisasi usaha beserta uaraian tugas dan personil yang dibutuhkan.

 

c. Tahap Pelaksanaan Usaha

Dalam tahap pelaksanaan usaha ini dilakukan dengan atau tanpa bantuan konsultan. Pada tahap ini Jaringa Usaha Koperasi mulai berfungsi menjalankan rencana usahanya. Pada tahap ini jaringan kerja membutuhkan pengelola usaha yang profesional. Konsultan lapangan adalah tenaga profesional yang direkrut program untuk memfasilitasi pembentukan dan penyusunan kegiatan jaringan kerja tahap kelayakan dan tahap rencana usaha, konsultan harus memiliki latar belakang bisnis yang memadai. Kinerja konsultan diukur dari keluaran yang dihasilkan, yaitu dari Laporan Studi Kelayakan Usaha dalam tahap pertama dan Rencana Usaha dalam tahap kedua.

 

 

sumber :

http://ceyawidjaya.wordpress.com/

dan dari berbagai sumber

 

Ekonomi Koperasi

 

2 EB 09